BagiKata.com – Sedari kecil kita selalu diajarkan bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna karena memiliki akal dan pikiran, berbeda dengan binatang yang hidup hanya menggunakan instingnya.

Benarkah? Atau sebaliknya?

Di Hari Valentine ini, saya ingin berbagi mengenai kasih sayang dalam dunia hewan. Tentu saja, kasih sayang adalah milik semua makhluk, bukan hanya manusia. Jangan terkejut ketika selesai membaca, jika kamu mulai mempertanyakan tindakan kasih sayang kita sebagai manusia.

Setiap makhluk hidup memilik perilaku yang berbeda-beda untuk bertahan hidup dan meneruskan kehidupan jenis atau spesiesnya. Dalam dunia hewan, ada berbagai perilaku yang untuk menunjukkan kasih sayang terhadap pasangan atau anak. Ada beberapa hewan yang tergolong sebagai makhluk monogami alias memiliki satu pasangan selama hidupnya (monos = satu; gamos = perkawinan). Bagi bangsa unggas, ini wajar karena 90% diantara mereka adalah monogami, namun di kalangan mamalia, hanya 3% yang diketahui sebagai hewan monogami. Silakan baca! 

  1. Buaya

Kita sering mengidentikkan kata “buaya” dengan seseorang yang suka bergonta-ganti pasangan. Faktanya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Stanley Lance selama 10 tahun membuktikan bahwa 70% buaya betina akan kawin dengan jantan yang sama pada setiap musim kawin, walaupun mereka memiliki banyak kesempatan untuk memilih pasangan lain.

Fun fact: Orang Betawi memiliki tradisi memberikan Roti Buaya (Roti yang bentuknya menyerupai buaya, bukan roti isi daging buaya!) saat melangsungkan pernikahan. Ini adalah sebuah simbol harapan untuk kelanggengan hubungan suami-istri tersebut.

  1. Penguin

Jenis burung yang tidak diberkahi kemampuan untuk terbang ini ternyata merupakan hewan monogami juga. Mereka diketahui hanya melakukan perkawinan dengan satu pasangan selama hidupnya. Dan yang mengesankan, justru sang jantanlah yang bertugas menjaga dan mengerami telur di saat penguin betina mencari makan. Ini dikarenakan ukuran tubuh penguin jantan yang lebih besar sehingga memiliki dampak yang lebih baik saat mengerami telur.

Fun fact: Penguin betina lebih tertarik pada jantan yang memiliki tubuh gemuk! Karena sang betina percaya bahwa mereka adalah pengeram telur yang baik.

  1. Burung Rangkong

Burung ini adalah burung asli Indonesia yang juga dijadikan simbol oleh Suku Dayak di Kalimantan. Hewan ini terkenal sebagai burung yang romantis, karena sang jantan seringkali bernyanyi dan sang betina pun membalasnya dengan ikut bernyanyi! 

Sad fact: Jumlah populasi burung ini semakin mengkhawatirkan karena seringkali burung ini diburu untuk diambil paruh dan bulunya yang indah untuk dijual di pasar burung. Padahal, mereka hanya melakukan perkawinan dengan satu pasangan saja. Jadi ketika ada pasangannya yang mati atau hilang, sudah dipastikan dia tidak akan bisa melakukan regenerasi lagi.

  1. Serigala

Serigala selalu diidentikkan sebagai hewan yang buas, kejam, pemberani, dan sebagainya. Tapi mereka punya sisi lembut juga! Serigala hidup secara berkelompok, dan umumnya setiap kelompok itu terdiri dari sang ayah, ibu, dan anak-anaknya. Saat sang anak masih bayi dan belum bisa hidup sendiri, sang ibu akan menjaganya, dan sang ayah akan berjalan sejauh mungkin sampai dia mendapatkan makanan yang cukup untuk seluruh keluarganya.

Fun fact: Serigala diketahui juga sebagai hewan monogami yang melakukan perkawinan dengan satu pasangan saja. Namun dalam beberapa kasus mereka akan melakukan perkawinan dengan pasangan baru jika pasangan lamanya meninggal. Tapi ini dilakukan agar fungsi mereka sebagai ayah dan ibu dalam kelompok tetap berjalan.

  1. Elang Botak

Selama musim dingin sang jantan dan betina akan bermigrasi atau terbang sendiri ke tempat yang berbeda-beda, namun pada saat musim kawin mereka akan berkumpul lagi di tempat yang sama dan melakukan perkawinan dengan pasangan yang sama juga! 

  1. Orangutan

Hewan ini adalah satu-satunya jenis kera besar non-manusia yang tinggal di Asia. Mereka hanya ditemukan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Orangutan adalah salah satu hewan yang memiliki interval waktu terlama dalam berkembang biak. Mereka hanya akan beranak setiap 6 atau 7 tahun sekali, dan itu pun hanya satu ekor setiap kelahiran. Bayi orangutan akan hidup bersama dengan induknya selama 7 tahun tersebut, sampai akhirnya dia mengalami pubertas dan hidup sendiri.

Sad fact: Saat ini populasi orangutan sedang berkurang secara drastis. Faktornya banyak, beberapa diantaranya karena habisnya habitat asli mereka yang dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan serta maraknya perburuan liar. Banyak yang memburu orangutan karena hewan ini dikenal sebagai hewan yang lucu, dan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai hewan peliharaan. Jadi jika kamu melihat ada orang yang menjual bayi orangutan, harap segera laporkan pada pihak yang berwenang. Selama bayi sampai berusia 7 tahun itu seharusnya dia berada di pangkuan induknya, dan induknya pun tidak akan melepas si bayi. Jika ada yang menemukan bayi orangutan tinggal sendiri, atau dijual, kemungkinan besar induknya telah mati diburu agar bayinya bisa diambil. Kejam!

Nah, kan! Setelah membaca artikel ini, masih percaya kah bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna dan lebih mulia dari hewan? Bahkan dalam ilmu biologi, manusia pun termasuk ke dalam Kingdom Animalia alias hewan. Namun sayangnya akal dan pikiran mereka itu ujung-ujungnya hanya dipakai untuk memenuhi nafsu dan insting.

Terdapat banyak fakta menyedihkan di atas, tapi saya percaya bahwa di dunia ini masih banyak orang baik yang peduli dan memiliki kasih sayang tidak hanya pada sesama manusia, tapi pada makhluk lainya seperti hewan atau pun tumbuhan. Selamat Hari Kasih Sayang! 

 

Referensi:

Http://animals.natgeo.com/

Http://learning4education.blogspot.com/

Http://redapes.org/


Tulisan ini dikirim oleh Ikhwanussafa Sadidan dan disunting oleh Tim BagiKata.

Didan adalah mahasiswa pendidikan Bahasa Rusia di Tyumen State University dan Ekologi di Tomsk Polytechnic University. Memiliki ketertarikan pada wildlife fotografi. 


YANG TERBARU

Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 22

www.bagikata.com – Dalam jangka waktu satu tahun, salah satu negara yang menjadi kiblat dunia dalam kebudayaan barat berhasil mengganti presiden kulit