BagiKata.com – Salah memilih jurusan bisa menjadi penyesalan seumur hidup. Oleh karena itu, ada baiknya sebelum memilih jurusan perkuliahan yang tepat, kita mengenal terlebih dahulu minat serta bakat yang kita miliki. Dengan mengetahui apa yang menjadi ketertarikan dan bidang apa yang dikuasai, kita akan lebih mudah memilih jurusan yang kita inginkan di SNMPTN, dan kelak, jika diterima, bisa lebih menikmati proses belajarnya.

Banyak pelajar yang terlanjur memilih jurusan di SNMPTN, tetapi ternyata merasa salah dan tidak cocok dengan materi belajarnya. Biasanya kesalahan dalam memilih jurusan baru dirasakan beberapa waktu setelah perkuliahan dimulai. Pada saat itu, tentu sudah terlambat untuk mundur. Nekat melanjutkan kuliah boleh saja, tetapi kita tentu harus siap menghadapi risiko yang mungkin muncul, terutama soal waktu dan uang.

Sebelum Memilih Jurusan

Bagi seorang siswa SMA, kuliah merupakan sebuah keputusan yang besar. Di belakangnya, ada tanggung jawab yang besar pula. Namun, kuliah juga bisa menjadi pintu menuju keberhasilan hidup asal dijalani dengan baik.

Sebagian besar siswa biasanya belum mengenal jurusan-jurusan yang ditawarkan di universitas. Oleh karena itu, tidak heran jika sering terjadi kesalahan dalam memilih jurusan. Pada umumnya, siswa lebih memilih jurusan favorit di SNMPTN ketimbang jurusan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan diri sendiri. Akibatnya, proses belajar pun menjadi beban.

Oleh karena itu, hal pertama yang harus dipahami saat memilih jurusan kuliah adalah mengenal diri sendiri. Jawablah secara jujur apakah kita memang menginginkan jurusan tersebut atau hanya sekadar menjaga gengsi. Ingat, kita akan berkutat dalam bidang tersebut selama kurang lebih 4 tahun.

Terlanjur Salah Jurusan

Tidak sedikit mahasiswa yang sudah terlanjur salah jurusan. Mereka terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu yang berhasil menyelesaikan kuliah atau yang putus kuliah di tengah jalan. Keduanya dibedakan oleh semangat juang dan daya tahan masing-masing dalam menghadapi tekanan jangka panjang.

Jika kita memilih untuk berhenti kuliah hanya karena salah jurusan, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, waktu yang terbuang percuma karena akhirnya tidak menyelesaikan kuliah. Sebaliknya, jika bersikeras untuk melanjutkan kuliah, bersiaplah untuk mencintai pekerjaan tersebut di kemudian hari.

Buka Mata, Buka Pikiran


Jurusan favorit di SNMPTN
memang bisa membuat seseorang terpengaruh untuk memilih jurusan yang tidak dikuasainya. Apalagi jika ada banyak teman yang beramai-ramai memilih jurusan tersebut. Namun, daripada kelak akan menjadi masalah, ada baiknya kita meneguhkan hati memilih jurusan yang tidak populer, tetapi sesuai dengan karakter dan keinginan kita.

Kenalilah masing-masing jurusan dengan baik. Jika perlu, bertanyalah kepada orang lain yang sudah pernah berkuliah di jurusan tersebut. Dalami dan pahami mengenai hal-hal yang akan bisa kita pelajari serta jenis pekerjaan yang nanti akan digeluti setelah lulus dari kuliah.

Salah satu dampak negatif dari kesalahan memilih jurusan saat kuliah adalah kesulitan melamar pekerjaan. Banyak sarjana yang akhirnya menjadi pengangguran karena ilmu yang mereka peroleh dari bangku kuliah ternyata tidak bisa diaplikasikan di dunia kerja. Nah, sebelum hal itu terjadi, telitilah dalam memilih jurusan kuliah yang akan diambil.

Jika kamu memang butuh informasi soal berbagai jurusan kuliah, silakan gunakan layanan 1-on-1 chat BagiKata yang bisa membantu kamu menemukan informasi soal jurusan yang kamu mau di sini.
Ayo cari tau soal jurusan yang sesuai dengan minatmu sebelum terlambat!

Foto: stocksnap


Rinto Simatupang

Disunting oleh Tim BagiKata


YANG TERBARU

Ulasan : Marvel’s Avengers: Infinity War

BagiKata.com – EPIC. Hentikan apapun yang kalian lakukan dan pergi ke bioskop terdekat di sekitar kalian. Ada 1 post-credit scene yang


Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.