S__3710984

“Makasih ya, kak, aku lolos di jurusan pilihanku”
“Makasih ya, kak, aku berhasil move on”
“Anakku sudah lahir dengan selamat. Terima kasih ya selama ini telah membantu”.
“Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku”

Serta terima kasih-terima kasih lainnya.

Dua tahun BagiKata telah ada dan tak bisa kuhitung berapa jumlah terima kasih yang telah kuterima. Ada yang bersama dengan kebingunganan menghadapi hari esok, penyesalan terhadap hari kini, atau ketakutan di masa lampau yang tak henti menghantui.
Aku ingat hari itu, ketika ada seseorang yang menyarankan di ask.fm-ku untuk bergabung bersama BagiKata. Aku yang belum tahu terkait BagiKata, langsung mencari informasi. Tanpa perlu banyak bertimbang, aku memutuskan ingin bergabung. Aku mengirimkan dokumen yang dikehendaki sebagai persyaratan. Untungnya, proses tidak berjalan sulit dan aku resmi bergabung.

Menjadi handler, yang menangani cerita, pertanyaan, atau keluhan orang lain, memiliki sensasi tersendiri. Semakin banyak orang yang datang, semakin banyak terima kasih yang ditujukan padaku, aku semakin senang. Egoku membumbung tinggi, seakan berkata, ”Aku berarti bagi orang lain. Ternyata, aku memiliki pengaruh”.

Meninggi dan semakin tinggi, sampai akhirnya aku menginjakkan rem dan bertanya ulang,”benarkah aku yang berarti bagi mereka. Bukankah mereka pun berarti bagiku?”. Pertanyaan itu terus merong-rong sampai menyadarkanku bahwa aku dan mereka yang membutuhkan BagiKata sama-sama berarti. Cerita mereka membantu aku untuk belajar menghadapi hidup, belajar menyikapi keadaan, bahkan mengajarkan aku untuk mensyukuri apa yang sedang dan pernah aku punya.

Teman-teman yang datang untuk bercerita ke BagiKata, tidak hanya datang membawa masalahnya untuk diselesaikan. Mereka datang membawa sudut pandang berbeda, membawa sisi kehidupan yang baru, yang mungkin aku tidak pernah jalani atau ketahui. Justru aku jugalah yang sedang ditolong oleh cerita teman-teman dan aku bersyukur akan itu.

Terima kasih untuk teman-teman yang pernah datang ke BagiKata.
Terima kasih telah bersimbiosis.

Salam,
Hardvon


Hardvon adalah salah satu handler BagiKata yang telah berdedikasi membantu teman-teman yang mengunjungi BagiKata untuk keperluan di seputar bidang Psikologi sejak BagiKata didirikan pada tahun 2016 silam. Pada waktu luangnya, lulusan Psikologi Universitas Diponegoro ini gemar menulis dan sesekali mengisi konten Warga Lokal di bagikata.com.

Disunting oleh tim BagiKata.


YANG TERBARU

Ingin Mendonasikan Barang Yang Sudah Tak Terpakai? Kesini Saja!

BagiKata.com – Belum sempat nonton Tidying Up with Marie Kondo di Netflix? Bila kamu sedang menantikan perubahan positif dalam hidupmu, series Netflix


Laki-Laki Dalam Feminisme

BagiKata.com – Sedari dulu kita sudah terbiasa dengan anggapan, asumsi, atau peraturan kasat mata yang membedakan perempuan dan laki-laki. Perbedaan tersebut


Kamu Sudah Sampai Di Mana, Kesetaraan Gender?

www.bagikata.com – Kalau bicara tentang feminisme, sebenarnya peraturan dan hukum yang berlaku di negara demokrasi ini sudah menyetarakan hak laki-laki dan