www.bagikata.com – Dalam jangka waktu satu tahun, salah satu negara yang menjadi kiblat dunia dalam kebudayaan barat berhasil mengganti presiden kulit hitam pertamanya dengan seorang pebisnis eks pembawa acara reality show yang kebetulan seringkali didapati simpatik terhadap figur-figur yang terang-terangan rasis. Dan di balik unjuk gigi kepemimpinannya via Twitter dalam melawan sebuah negara totaliter dan berbagai korporasi media, kuat kabarnya bahwa terdapat andil sangat besar dari negara Eropa Timur lain dalam kemenangannya di pemilu. 2017 merupakan tahun di mana seluruh musisi yang aktif secara politik dapat bermain curang: mereka tidak akan kehabisan materi untuk dibicarakan.

banner-national

Begitu juga dengan The National, yang kefrustrasiannya dapat dirasakan secara kentara dalam album ketujuh mereka, Sleep Well Beast. Alih-alih menciptakan album yang tenang dan menghanyutkan seperti Trouble Will Find Me (album keenam The National), Berninger dan kawan-kawan terasa lebih condong ingin menggambarkan kegelisahan, rasa waswas, dan ketidakpastian melalui riff-riff gitar yang meledak di titik-titik tak terduga dalam album, perpindahan pola perkusi yang tiba-tiba, dan alunan synthesizer minor yang konstan. Mood ini dibangun secara konsisten sepanjang album, dibuka dengan salah satu opening track paling sempurna di tahun 2017 menurut saya, Nobody Else Will Be There.

Sebagai sebuah band yang terkenal aktif secara politik, sudah merupakan harga mati bagi mereka untuk merespon keadaan tahun 2017 dengan menciptakan album dengan mood seperti yang saya jelaskan di atas. Terdapat pula lagu-lagu yang didedikasikan khusus untuk berbicara secara spesifik, sebagaimana Turtleneck berbicara tentang Donald Trump. Namun tak ada track dari Sleep Well Beast yang berhasil naik ke permukaan media dan menjadi contoh definitif akan respon musik Amerika Serikat terhadap presidennya sendiri, dan jika mau benar-benar jujur, di mata saya tak ada album ‘politis’ yang benar-benar berhasil ngamuk tanpa menjadi norak. Ketidakpastian dan kekecawaan ini dapat digambarkan jauh lebih baik melalui mood yang dapat menyelimuti sebuah kesatuan karya, dan ini merupakan kualitas utama Sleep Well Beast—The National menggambarkan perubahan lanskap ini dengan sangat baik di album ketujuhnya.

Kenapa album ini penting:

2017 mempertemukan kita dengan banyak karya musik yang mendorong diri untuk menjadi politis, namun pada akhirnya menjadi sesuatu yang dipaksakan, dan  terkadang terasa memaksa untuk menjadi relevan, seperti, maaf, banyak lirik dalam album baru Eminem, Revival. The National sebagai band yang sudah sepuh aktif dalam dunia politik dapat memberikan contoh yang baik dalam menanggapi hal seperti ini dengan cara yang elegan. The National tak pernah lelah memperlihatkan bahwa mereka masih salah satu yang paling terdepan dalam melukis mood sebuah album.

Dengar jika kamu:

Sedang menyetir pulang pada malam hari dan perjalananmu kurang lebih akan memakan durasi satu jam.


Baskara Putra merupakan founder BagiKata. Sehari-hari menulis lagu sendiri dan juga bersama Ffeast, mencari nafkah tetap sebagai Brand Manager di Double Deer Records.

Disunting oleh Tim BagiKata


YANG TERBARU

Ulasan : Marvel’s Avengers: Infinity War

BagiKata.com – EPIC. Hentikan apapun yang kalian lakukan dan pergi ke bioskop terdekat di sekitar kalian. Ada 1 post-credit scene yang


Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.