www.bagikata.com – Semenjak debutnya pada tahun 2013 silam melalui mixtape Cut 4 Me, Kelela telah menjadi sorotan internasional dan diganyang-ganyang sebagai masa depan RnB. Karyanya pada saat itu masuk ke banyak daftar musik terbaik akhir tahun, lantaran dianggap berhasil mengubah lanskap musik RnB, yang notabene masih sangat terdengar seragam dan belum bercampur dengan elemen musik-musik lain setengah dekade silam. Perhatian yang ia sita dari komunitas musik cukup besar, hingga berhasil memberikan Kelela tempat untuk berkolaborasi dengan banyak nama terkenal seperti Danny Brown, Gorillaz, hingga Solange.

banner-kelela (1)

Belum puas mendapat pengakuan dari The Guardian, Solange dan Björk, Kelela muncul kembali ke permukaan, kali ini membawa album debutnya yang berjudul Take Me Apart, dan lagi-lagi beliau berhasil memperlihatkan taringnya sebagai patron electronic RnB. Jika Cut 4 Me dipopulasi oleh beat-beat minimalis yang berani melawan konvensi penulisan progresi, tempo, dan aransemen musik konvensional, Take Me Apart tak melawan format. Beat-beat dalam album teranyar Kelela ini tidak seaneh musik yang saya bayangkan akan saya dengar dari beliau. Kemungkinan besar kamu pun dapat menemukan pola-pola kick, hihat dan clap yang digunakan oleh para produser (yang notabene ada banyak sekali) dalam album-album RnB lain, elektronik maupun tidak.

Namun terdapat kenyamanan dalam hasil akhir dari keputusan Kelela, sebagai pemilik album dan executive producer, untuk tidak berusaha ‘membuktikan’ diri lagi setelah Cut 4 Me yang berhasil mendobrak batas-batas genre. Take Me Apart merupakan album yang secukupnya: secukupnya dalam hook (LMK), secukupnya dalam sensualitas (S.O.S), secukupnya dalam keberanian menggunakan beat agresif (Truth Or Dare, Take Me Apart). Sentuhan jazz yang ada dalam tidak berlebihan sehingga ia masih mudah diakses oleh pendengar umum,  dan elemen-elemen RnB yang digunakan juga secukupnya sehingga album ini tidak menjadi album yang generik dan terlalu manis.

Akhir kata, Take Me Apart bagi saya merupakan album paling efektif dan tepat guna pada tahun 2017. Saya tidak setuju dengan pendapat banyak ulasan lain yang menganggap album debut Kelela ini sebagai sebuah inovasi besar dalam RnB—ia telah melakukan hal tersebut dengan debut mixtapenya, dan saya rasa Kelela bukan orang yang ingin mengulang apa yang pernah ia lakukan.

Kenapa album ini penting:

Salah satu tantangan terbesar seniman terkadang bukanlah untuk tahu kapan harus memulai, namun tahu kapan harus bersabar dan berhenti. Terdapat waktu yang cukup panjang semenjak debutnya di mana nama Kelela hilang-timbul di permukaan publikasi musik—namun ia memilih saat yang tepat untuk muncul kembali dengan albumnya, dan kesabaran ini juga tercermin dalam kualitas produksi Take Me Apart yang tidak muluk-muluk, namun efektif. Semua ia lakukan di umur 34 tahun, dan Kelela belum terlambat. Take Me Apart merupakan saksi bisu akan self-control yang sangat tinggi.

Dengar jika kamu:

Ingin mendengar perpaduan antara trope musik RnB klasik dengan sedikit ciri khas produksi radikal ala Danny Brown dan Kanye West era Yeezus.


Baskara Putra merupakan founder BagiKata. Sehari-hari menulis lagu sendiri dan juga bersama Ffeast, mencari nafkah tetap sebagai Brand Manager di Double Deer Records.

Disunting oleh Tim BagiKata


YANG TERBARU

Ulasan : Marvel’s Avengers: Infinity War

BagiKata.com – EPIC. Hentikan apapun yang kalian lakukan dan pergi ke bioskop terdekat di sekitar kalian. Ada 1 post-credit scene yang


Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.