www.bagikata.com – Bagi yang belum tahu, Father John Misty adalah alias yang dibuat oleh seorang produser/multi-instrumentalis bernama J. Tillman. Beliau berkali-kali menjadi sorotan media karena sepak terjang pr stunt dan kritiknya terhadap musik pop mainstream, karena notabene secara bersamaan J. Tillman juga aktif memproduseri banyak musisi pop lain seperti Lady Gaga dan Beyonce.
banner-father-john-misty

Semangat untuk mengkritisi segala hal yang dianggap status quo dalam masyarakat—mulai dari musik populer hingga konsep pernikahan—berkali-kali telah menjadi motor utama J. Tillman sebagai Father John Misty untuk melahirkan banyak karyanya, dan ia menggunakan hal tersebut lagi untuk album terakhirnya yang berjudul Pure Comedy. Judul album ini diambil dari judul lagu pertama dalam album tersebut, di mana ia mengkritisi konsep berkeluarga, hidup bermasyarakat, agama, dan kehidupan secara umum sebagai sebuah lawakan abadi untuk umat manusia.

Melihat sepak terjangnya, mulai dari mengcover lagu Taylor Swift hanya karena ia tidak pernah mendengar Taylor Swift sebelumnya—lalu dua tahun kemudian menciptakan lagu tentang melakukan hubungan seks virtual dengan Taylor Swift (Total Entertainment Forever), hingga berkolaborasi dengan Beyonce hanya untuk membuktikan semudah apa menciptakan lagu pop membuat saya kadang sulit untuk tidak membenci J. Tillman sebagai seorang individu. Di mata saya, beliau berkali-kali sengaja memprovokasi audiens untuk mengejar gelar ‘raja sidestream’, membuat usahanya untuk menjadi edgy terdegradasi menjadi sebuah pr stunt belaka.

Sesulit-sulitnya menepis kontroversi yang melekat dengan nama Father John Misty, saya harus tetap mengakui bahwa terkadang terdapat kebenaran dalam apa yang beliau katakan, dan ini juga seringkali tercermin kuat dalam karya-karyanya. Pure Comedy dibuka dengan sebuah rengekan yang mungkin terkesan pretensius, tapi tak menghentikan saya untuk memikirkan bagaimana, pada akhirnya, terdapat poin-poin yang saya setujui di balik mbacot beliau: bahwa terkadang kita dipermainkan oleh mereka yang menginstitusikan agama, atau bahwa mungkin saja peran laki-laki dan perempuan dalam masyarakat (yang notabene sudah maju) masih tetap tak relevan.

Buah-buah pemikiran serupa banyak saya temukan dalam Pure Comedy, dan mungkin pada akhirnya itulah hakikat asli karya Father John Misty kali ini: menemukan hikmah dalam sebuah lawakan yang kadang menyinggung banyak orang.

Kenapa album ini penting:

Pure Comedy datang dari seorang seniman yang mungkin merupakan salah satu contoh terbaik dalam musik untuk mengangkat perdebatan berikut: apakah kita harus memisahkan seniman dengan karyanya?

Dengar jika kamu:

Ingin memiliki indie credentials.


Baskara Putra merupakan founder BagiKata. Sehari-hari menulis lagu sendiri dan juga bersama Ffeast, mencari nafkah tetap sebagai Brand Manager di Double Deer Records.

Disunting oleh Tim BagiKata


YANG TERBARU

Ulasan : Marvel’s Avengers: Infinity War

BagiKata.com – EPIC. Hentikan apapun yang kalian lakukan dan pergi ke bioskop terdekat di sekitar kalian. Ada 1 post-credit scene yang


Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.