www.bagikata.com – Untuk kita yang tinggal di Indonesia, mungkin agak aneh melihat tulisan American Teen terpapar di atas kepala Khalid pada cover albumnya. Jika mendengar suaranya tanpa mengetahui umur asli Khalid, pendengar umum pun mungkin tak akan dapat menebak bahwa beliau masih berumur 19 tahun. Identitas Khalid Robinson sebagai seorang remaja baru terlihat jelas saat kamu memperhatikan lirik dan tema-tema dalam albumnya, di mana ia berhasil menggambarkan dengan sangat indah memori-memori akan pertemanan SMA dan hubungan yang retak, atau secara sangat subtle menggunakan kepergian ayahnya (yang notabene wafat karena ditabrak seorang pengemudi mabuk saat Khalid masih kecil) sebagai inspirasi tema ‘lahir kembali’ yang ia angkat dalam Shot Down, Angels dan American Teen.

banner-khalid

Terdapat kejujuran dalam lirik-lirik gamblang milik Khalid, yang setidaknya membuat saya merasa bahwa album ini merupakan sebuah karya yang sangat introspektif. Saat ingin menjadi manis, Khalid tak muluk-muluk: ia meminta seorang perempuan untuk mengirimkan posisinya via GPS (Location) atau cukup dengan mengatakan bahwa ia masih menyimpan nomor mantan kekasihnya walaupun semua foto mereka sudah ia hapus (Saved). Khalid berhasil meyakinkan saya bahwa lirik yang ia tulis tidak diubah-ubah, dan selesai dalam sekali penulisan, terlepas dari apakah ini benar atau tidak.

Beat yang Khalid gunakan sebagai fondasi vokalnya sangat terasa seperti musik-musik Lorde era Pure Heroine, dan memang remaja kedatangan El Paso, Texas ini berkali-kali mengatakan bahwa Lorde merupakan salah satu inspirasi terbesarnya dalam bermusik. Namun Khalid berhasil mengolah sekumpulan beat serupa menjadi miliknya sendiri dengan ciri khas vokal portamentonya yang terpatah-patah. Terdapat daya tarik mainstream yang lebih kuat dalam ciri khas suara Khalid yang mengakibatkan instrumental-instrumental tersebut terasa lebih ‘penuh’ dibandingkan dengan bagaimana Lorde mengolah musik serupa, dan ini merupakan hal baik bagi Khalid yang notabene perlu memperlihatkan corak warna ciri khasnya sebagai seorang penyanyi debut.

American Teen merupakan perkenalan yang sangat solid dari Khalid sebagai pendatang baru. Saya (dan saya yakin, banyak orang lain) sangat menunggu-nunggu kelanjutan karya beliau, yang menurut banyak wawancaranya di media, sangat terguncang dengan statusnya sekarang sebagai seorang selebriti global. Jika betul, maka kegundahan tersebut, dicampur dengan kemampuan menulis Khalid, pasti akan menciptakan materi yang sangat bagus.

Kenapa album ini penting:

Menurut almarhum Nina Simone, tanggung jawab terbesar seorang seniman adalah untuk merefleksikan zamannya. Dalam American Teen, Khalid sukses menggambarkan pergumulan millenials/generation Z dalam menyikapi cinta, keluarga dan teknologi di masa remaja mereka.

Dengar jika kamu:

Ingin melihat bagaimana lirik introspektif juga dapat bernaung di musik pop, dan juga bahwa ia harus berlandaskan kejujuran, bukan keinginan sang penulis untuk memamerkan kemampuannya menuliskan kata-kata yang berat dengan terminologi yang kompleks.


Baskara Putra merupakan founder BagiKata. Sehari-hari menulis lagu sendiri dan juga bersama Ffeast, mencari nafkah tetap sebagai Brand Manager di Double Deer Records.

 

Disunting oleh Tim BagiKata


YANG TERBARU

Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 22

www.bagikata.com – Dalam jangka waktu satu tahun, salah satu negara yang menjadi kiblat dunia dalam kebudayaan barat berhasil mengganti presiden kulit