www.bagikata.com – Serupa dengan dua album di beberapa posisi sebelumnya, Drunk merupakan gambaran sangat baik akan sebuah kumpulan ide seorang musisi, yang mungkin, memiliki terlalu banyak gagasan untuk dirangkum menjadi sebuah album kohesif. Dengan jumlah total 23 lagu (!!), Stephen Bruner (nama asli Thundercat) seakan menguji tingkat fokus pendengar dengan memaparkan idenya satu per satu secara singkat: durasi tiap lagu relatif pendek, dari 30 detik sampai 2 menit. Barisan lirik dan tema dalam Drunk pun absurd—dari keinginan Bruner untuk menjadi seekor kucing (A Fan’s Mail) hingga tentang kematian (Blackkk).

banner-thundercat

Absurditas Drunk terbayarkan dengan permainan bass Thundercat yang ciamik dan lebih berperan sebagai melodi lead dibanding penjaga ritme tiap lagu. Dengan ini, Bruner dapat meyakinkan sekumpulan musisi kelas berat untuk berkolaborasi dengannya, dari Kendrick Lamar hingga Flying Lotus dan Kamashi Washington—dan mereka semua memberikan warna masing-masing tanpa menenggelamkan ciri khas fusion jazz nakal ala Thundercat.

Sama seperti judulnya, Drunk bagi saya terasa seperti sebuah dialog dengan seseorang yang sedang mabuk. Topiknya meluas ke mana-mana, namun perpindahannya luwes, dan pada akhirnya saya tetap merasa terhibur di akhir percakapan, lantaran memiliki cerita lucu untuk saya pamerkan ke teman-teman saya yang lain nantinya.

Kenapa album Ini penting:

Tidak banyak gitaris bass yang memiliki posisi tawar setinggi Thundercat, yang dapat meminta musisi kelas dunia mengisi di albumnya yang mayoritas bercerita tentang kegemaran-kegemarannya sebagai seorang fanboy komik, game dan anime. Stephen Bruner mungkin merupakan frontman gitaris bass paling ikonik di generasi kita sekarang, dan Drunk merupakan bukti posisi tawar tersebut.

Dengar jika kamu:

Ingin melihat sebagaimana tidak imaginatifnya para gitaris bass modern saat ini, karena melodi-melodi yang dibangun Stephen Bruner dalam Drunk kemungkinan besar membuatmu membatin dalam hati: “lah, suaranya bisa begini?”


Baskara Putra merupakan founder BagiKata. Sehari-hari menulis lagu sendiri dan juga bersama Ffeast, mencari nafkah tetap sebagai Brand Manager di Double Deer Records.

Disunting oleh Tim BagiKata


YANG TERBARU

Warga Lokal : Feminis Berkelas

BagiKata.com – Feminist Fest Indonesia, acara yang akan diselenggarakan oleh Jakarta Feminist pada 23-24 November 2019, sempat viral di media sosial


Perempuan dalam Industri Teknologi

BagiKata.com – Dalam era globalisasi, peran dan posisi perempuan dalam dunia kerja semakin meningkat signifikansinya, tidak terkecuali di Indonesia. Di Indonesia


Sebuah Surat Untuk Kandidat

Teruntuk para kandidat yang telah berhasil membuat kami terkesan dan dipenuhi harapan namun terpaksa kalah oleh ia yang lebih cuan;