www.bagikata.com – Melalui wawancaranya di berbagai media, Damon Albarn (otak dari band virtual ini) tak pernah terlihat berusaha terlalu keras untuk berinovasi dalam musiknya (atau mungkin, dalam apapun), tapi memang inovasilah yang dicari oleh fans dan pengamat musik saat mereka menyimak Gorillaz.

banner-gorillaz

Mungkin bagi pendengar awam, Gorillaz merupakan nama sebuah band yang tidak asing, namun lebih karena citra mereka sebagai sebuah band ‘kartun’, atau karena satu-dua singlenya yang sempat meledak dalam satu dekade terakhir, seperti Feel Good Inc. atau Melancholy Hill. Sejujurnya, menurut saya karya-karya Gorillaz yang lain tidak terlalu mudah dicerna untuk audiens luas, namun inovasi yang ia bawakan selalu memberikan dampak besar dan menjadi bayang-bayang bagi banyak musik komersial lain.

Begitu juga dengan Humanz, album pertama dari 2D, Noodle, Russel dan Murdoch (para personil fiksi dalam band virtual ini)  setelah 6 tahun Damon Albarn dan Jamie Hewlett vakum mengerjakan Gorillaz. Tidak terlalu banyak hook-hook kuat dalam Humanz, (mungkin) hampir tidak ada lirik dan melodi yang akan awet bertahun-tahun diulang oleh fans seperti single awal karir mereka, Clint Eastwood, namun aransemen, bebunyian, dan mood yang diciptakan Damon Albarn di album ini, saya percaya, akan menjadi stok referensi untuk banyak musisi lain dalam bertahun-tahun ke depan. Mendengarkan Humanz bagi saya terasa seperti mendengarkan kumpulan ide-ide lagu yang saya timbun di folder-folder laptop pribadi. Akan banyak lagu hip-hop yang menggunakan sample dari album ini, akan banyak musisi yang karyanya terinspirasi album ini. Saya pun yakin Big Fish Theory, album Vince Staples yang rilis tahun ini (dan yang sama-sama mendapatkan respon positif dari banyak orang) mendapatkan banyak inspirasi dalam proses pengerjaannya karena keterlibatan Vince Staples dalam Humanz.

Album ini terasa sangat panjang, dan seakan memiliki terlalu banyak ide yang berserakan, namun memang sepertinya inilah cara bagaimana Damon Albarn menyajikan album ini: sebagai moodboard pribadi miliknya, yang mungkin akan dijamah oleh musisi lain untuk dijadikan inspirasi di masa mendatang. Ide-ide beliau terpencar di banyak tempat, kadang terasa belum selesai, kadang terlalu panjang. Buah-buah pemikiran yang ‘disampaikan’ oleh tokoh-tokoh kartun ini terasa sangat manusiawi.

Kenapa album ini penting:

Besar perasaan saya bahwa Humanz akan menjadi album yang akan menjadi lebih besar beberapa tahun mendatang setelah ia dirilis, bukan karena nuansa politisnya atau aksi-aksi marketingnya (yang notabene brilian), namun karena struktur album dan cerita-cerita di balik proses pengerjaannya, perlahan menjelma menjadi referensi bagi banyak musisi dalam menciptakan karya mereka di kemudian hari, sebagaimana banyak produser hip-hop masih merujuk kepada karya-karya almarhum J Dilla.

Dengar jika kamu:

Ingin melihat bagaimana seorang record producer mengolah ide di kepalanya.


Baskara Putra merupakan founder BagiKata. Sehari-hari menulis lagu sendiri dan juga bersama Ffeast, mencari nafkah tetap sebagai Brand Manager di Double Deer Records.

 

Disunting oleh Tim BagiKata


YANG TERBARU

Ulasan : Marvel’s Avengers: Infinity War

BagiKata.com – EPIC. Hentikan apapun yang kalian lakukan dan pergi ke bioskop terdekat di sekitar kalian. Ada 1 post-credit scene yang


Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.