BagiKata.com – Dengerin lagu jadul, dibilang sok ngerti. Dengerin lagu-lagu radio terkini, salah juga. Jadi sebenernya kita harus ngapain sih sebagai millennial? Topik ini juga diangkat oleh The Odyssey Online dalam artikelnya dengan judul “Are Millenials Underrated?” yang berujung menjelaskan bertapa kerennya generasi millenial saat ini.

Ada nggak yang suka capek karena diejek atau sekedar jadi bahan bercandaan kakak-kakak, om tante atau kakek-nenek? Sebagai anak millennial, saya merasa keberatan dengan perkataan mereka. Ini dia beberapa alasannya:

Menurut saya, sebenarnya generasi millennial merupakan generasi transisi yang penuh potensi dan memiliki banyak keuntungan. Bagi anak-anak 90an awal dan pertengahan, saya yakin rata-rata masih sempat merasakan serunya kejar-kejaran main benteng di lapangan
kompleks atau main gundu di halaman belakang rumah sama tetangga. Di saat yang bersamaan, generasi ini pun juga menikmati kemudahan mencari informasi melalui internet dan berkenalan dengan alat komunikasi canggih seperti smartphone. Jadi intinya, kita merupakan generasi best of both worlds!

Walaupun generasi-generasi silam mungkin jauh lebih simple, tetapi semua yang ada sekarang dapat memudahkan hidup kita saat ini. Ambil saja kisah percintaan sebagai contoh. Menurut buku Modern Romance yang ditulis oleh Aziz Ansari, zaman dahulu orang lebih banyak menikah dengan seseorang yang berasal dari kampung halamannya atau bahkan tetangga sebelah rumah. Hal itu disebabkan oleh sedikitnya pilihan yang ada dan dilatar belakangi cara berpikir yang sederhana. Bedanya dengan sekarang? Kita dituntut untuk menjalani tingkat pendidikan yang lebih tinggi oleh sebab itu kita pun menuntut pasangan yang lebih pantas untuk kita. Dengan adanya situs-situs online dating, semua sudah ada dalam bentuk chart dan kita bisa memilih kualitas-kualitas apa yang kita inginkan maupun yang ingin kita jauhi.

Keberadaan gadget membuat segala hal menjadi serba singkat. Ya, hitung-hitung generasi lalu berjuang untuk kemerdekaan, saat ini tinggal kita yang memperjuangkan hak-hak lain yang masih perlu diperjuangkan. Generasi millennial memiliki kelebihan karena sudah dapat memperjuangkan hak-hak seperti kesetaraan gender maupun untuk para komunitas LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender) sementara zaman dulu masih harus memperjuangkan kemerdekaan.

Saat ini juga lebih banyak pemikir-pemikir muda dan inovasi-inovasi baru dari generasi millennial didukung dengan perkembangan teknologi yang memadai. Informasi yang tersedia dalam beberapa klik saja juga mendukung pemikiran-pemikiran kritis anak muda masa kini.

Saya sih merasa bangga, menjadi bagian dari generasi millennial. Walaupun memang kita tidak menghabiskan waktu lebih lama di luar rumah dengan matahari dan tidak merasakan indahnya dunia tanpa polusi, tapi setidaknya banyak juga yang dapat dibanggakan dari generasi kita. Pekerjaan-pekerjaan yang dulu nggak ada aja bisa kita ciptakan di zaman yang modern ini. Kita adalah generasi internet dan saya merasa hal tersebut bukanlah hal yang buruk.

Kalau zaman dulu buku adalah jendela dunia, maka internet adalah jendela dunia kita yang baru. Toh, di dalam internet pun ada buku juga. Dengan pantauan orang tua yang benar dan niat yang baik, internet sudah seperti guru yang nggak kenal lelah!

Jadi, masih merasa rendah sebagai millennial? Saya sih enggak.


Zena Aqilla adalah mahasiswi Hubungan Internasional yang memiliki ketertarikan dalam dunia musik, khususnya bernyanyi dan bermain ukulele. Saat ini Zena menyalurkan ketertarikannya melewati akun YouTube yang sudah ditekuni selama kurang lebih 2 tahun. Selain bermusik, Zena juga suka menonton film dan memasak.

Disunting oleh tim BagiKata


YANG TERBARU

Warga Lokal – Bunuh Diri: Tak Pandang Bulu

BagiKata.com – Beberapa tahun lalu, saya mendapat pesan singkat dari teman dekat saya. Bahwa dirinya ingin bercerita. Tumben, pikir saya. Kondisi kami


Serba-Serbi Menstruasi

BagiKata.com – Siklus menstruasi merupakan siklus yang dinamis. Setiap perempuan bisa mengalami siklus yang berbeda dengan perempuan lainnya. Variasi ini biasanya normal.


Warga Lokal – Hidup Lebih Positif dengan Rutin Bersyukur

BagiKata.com – Hidup positif (baca: bahagia) itu tidaklah sulit. Terkadang hal-hal kecil yang tidak kita sadari membuat kita bahagia loh. Sayangnya,