DISCLAIMER: Semua tindakan jual/beli yang dilakukan adalah tanggung jawab pemilik modal. Setiap tindakan (atau ketiadaan tindakan) investasi memiliki potensi kerugian, dan pembaca melepaskan penulis dari tanggung jawab atas semua keuntungan/kerugian yang ada.

Bagikata.com – Beberapa waktu ini, semua orang ramai membicarakan “instrumen” bernama Bitcoin. Barang ‘panas’ ini sekarang sudah menembus hampir 200 juta rupiah per keping, dan ada di hampir semua pembicaraan coffee shop anak muda yang memiliki akses internet.

photo-1460925895917-afdab827c52f

Banyak pertanyaan yang ditujukan oleh teman-teman, “sudah beli bitcoin belum?”, “belinya bisa di mana ya?”  Menurut saya pertanyaan-pertanyaan itu bisa dijawab dengan Google Search yang memakan waktu kurang dari 2 menit. Tulisan ini bertujuan menjawab hal yang lebih penting: apa sih Bitcoin itu, dan bagaimana potensinya?

Karena penulis juga bukan profesor yang memiliki 3 buah gelar finansial, tulisan ini akan dibahas dengan bahasa selugas mungkin. Langsung saja, ya.

Bitcoin dan Cryptocurrency

Apa itu Cryptocurrency? Apa itu Bitcoin? Di mana saya bisa bel…, oke, sabar dulu.

Coba kita kembali dulu ke konsep pertukaran dasar. Misalnya saya mempunyai aset senilai 1 juta, jika saya ingin memberikan aset tersebut ke adik saya, bagaimana cara saya melakukannya?

Jawabannya mudah, kan, ya. Saya tinggal pergi ke ATM, melakukan penarikan uang rupiah, dan memberikannya ke adik saya. Atau saya juga bisa melakukan transfer melalui mobile banking, dan sebagainya.

Bank/pemerintah/bank sentral berjasa menfasilitasi transaksi perpindahan aset melalui mata uang. Dengan jasa mereka saya tidak perlu khawatir kalau adik saya bertanya, “uang saya di mana?” Karena bank/pemerintah menyimpan dengan jelas rekaman transaksi saya, adik saya, maupun semua orang di negara ini.

Di rekaman tersebut, jelas tertera bahwa aset saya berkurang, dan aset adik saya bertambah. Dengan bantuan mereka, masalah transaksi di atas selesai.

Tapi tidak dengan resiko.

Kenapa demikian? Karena bergantung kepada pihak sentral (centralized), maka nilai dari mata uang tersebut akan bergantung pada tindakan pihak sentral. Pihak sentral, atas tujuan apapun, dapat merubah nilai dari mata uang. Faktor ini dilipatgandakan jika terjadi ketidakstabilan situasi politik/pasar atau resesi ekonomi.

Di sinilah cryptocurrency atau mata uang digital berperan. Ketimbang meminta jasa pihak sentral, kita meminta bantuan jaringan di internet untuk menyimpan rekaman transaksi.

photo-1476242906366-d8eb64c2f661

Jika saya melakukan transaksi, maka transaksi tersebut direkam oleh jaringan. Saya tidak bisa membohongi transaksi, misal dengan mengirim 10 juta di saat saya cuma memiliki 1 juta. Untuk melakukan itu saya harus mengubah semua rekaman pada jaringan tersebut – mustahil tanpa adanya effort yang luar biasa besar.

Itulah karakteristik dari Cryptocurrency – suatu mata uang yang terdesentralisasi, dan idealnya, dapat menfasilitasi transaksi yang lebih efisien tanpa harus terlibat campur tangan pihak sentral.

Bitcoin sendiri hanya satu tipe dari Cryptocurrency, tapi kebetulan karena adopsi Bitcoin adalah yang tertinggi, dia yang menjadi korban pembicaraan anak muda di coffeeshop tadi.

Lalu, bagaimana tentang prospek cryptocurrency?

Bitcoin Sebagai Instrumen Investasi

Di sini saya akan lebih memberikan pandangan pribadi saya. Profil saya adalah investor eceran semi-agresif yang lebih banyak aktif di pasar modal tradisional.

Bitcoin sudah meningkat lebih dari 10x lipat dari awal tahun 2017, hal inilah yang memicu para darah muda untuk berlomba-lomba memasuki aset nyentrik ini.

Tapi jika kita berbicara investasi, maka penting diingat bahwa membeli aset pada harga yang wajar adalah yang utama.

Dan dari sejarah Bitcoin, seperti aset-aset lainnya, selama masih diperjualbelikan manusia, maka proses turunnya harga akan jauh lebih cepat dari proses naiknya.

Jika Bitcoin membutuhkan setahun untuk naik 10x lipat, bukan tidak mungkin untuk turun sejumlah setengahnya, tidak butuh hitungan minggu atau bulan – mungkin hanya dengan hitungan hari.

Contoh. April 2013, karena kondisi yang sudah overbought dan sentimen negatif dari pemerintah, Bitcoin turun hampir senilai 70% dalam sehari.

Capture

 

Butuh sekitar 7 bulan untuk kembali ke nilai semula.

Tentu hal tersebut mungkin akan berkurang terjadinya dengan kondisi di mana Bitcoin sudah mulai banyak diterima sebagai alat bayar sah, tapi di dunia pun sekarang masih terjadi pro dan kontra akan cryptocurrency (ketakutan akan fraud, money laundry, dan mass-hacking salah satunya). Siapa yang akan menang pada ujungnya, belum dapat dipastikan.

Saya pribadi memandang instrumen investasi sebagai suatu hal yang harus teregulasi, dan memiliki suplai yang terbatas dan jelas (misal: tanah, emas, saham pada perusahaan). Ini dengan asumsi saya akan menyimpan aset tersebut hingga puluhan tahun.

Di luar itu, maka instrumen tersebut adalah spekulasi, bukan investasi. Dan prinsip saya terhadap spekulasi mudah saja:

Taruh sejumlah uang yang saya rela hilang. Kalau naik syukur, kalau hilang ya bodo amat”.

Sebagai penutup, berikut kalimat yang saya suka dari Rothschild:

The best time to buy is when there’s blood on the street.

Saya berikan kepada kalian untuk pengartiannya.

Apakah Kawan BagiKata semakin tertarik untuk ‘bermain’ Bitcoin? Kalian juga bisa berdiskusi lebih lanjut mengenai Bitcoin dan investasi lainnya dengan BagiKata di sini


Artikel ini ditulis oleh Winahyu Anggoro, seorang Product Manager di salah satu E-Commerce di Indonesia, dan juga penggiat pasar modal dengan 5 tahun pengalaman di bidang trading dan investasi saham.

Disunting oleh tim BagiKata


YANG TERBARU

Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 22

www.bagikata.com – Dalam jangka waktu satu tahun, salah satu negara yang menjadi kiblat dunia dalam kebudayaan barat berhasil mengganti presiden kulit