BagiKata.com – Akhir-akhir ini media sosial lagi bising sekali, ya?

Banyak sekali berita, baik yang kredibel maupun yang bodong, berseliweran di linimasa. Opini dan argumen yang muncul mengiringi pun beragam, tapi secara garis besar keramaian itu hanya berkutat di situ-situ saja: Ahok, Pilgub DKI, dan penistaan agama.

Saya tidak pernah bermasalah sama siapa memilih siapa, apapun alasan di balik pilihan mereka.

Mau memilih Sandiaga Uno karena ganteng? Silakan.

Enggan memilih Ahok karena perbedaan agama? Silakan.

Memilih golput karena bingung milih siapa? Juga silakan.

Itu hak Anda, dan saya tidak akan berkomentar.

Asalkan…..Anda tidak menciptakan kebencian.

Yang membuat saya risih bukan pilihan-pilihan Anda, tapi bagaimana cara Anda memenangkan pilihan Anda.

Sering kali saya temui orang yang lebih vokal untuk menghasut dengan kebencian dibanding dengan mencoba mempengaruhi dengan dialog yang adem.

Kenapa ya?

Yang satu menyerang dan menjatuhkan, lalu pendukung yang dijatuhkan membela diri dan balik menyerang. Jadilah negeri ini ribut tidak karuan. Semua ramai-ramai berteriak bersuara, tapi sedikit sekali yang bersedia mendengar.

Berisik, tapi tidak berisi.

Kalau Anda tidak setuju dengan Ahok sebagai Gubernur DKI nantinya, ya silakan. Itu hak Anda, sekali lagi saya tegaskan saya tidak mempermasalahkan. Tapi saya mau minta tolong, pastikan untuk tidak menularkan kebencian. Kita ini sedang belajar jadi bangsa yang akur dan toleran, bukan sebaliknya.

Besarkan pilihan yang Anda pilih tanpa perlu menjatuhkan calon yang lain. Banyak-banyaklah membuka suara untuk menjelaskan tentang kenapa Anda percaya pada pilihan Anda, bukan malah lebih sibuk membongkar keburukan calon lainnya.

Sudah hampir 2017 nih, ayo pelan-pelan belajar untuk sedikit lebih dewasa.

Mari menularkan optimisme, bukan kebencian.

Niat kita kan menciptakan Jakarta yang lebih baik, masa cara mencapainya dengan saling menjatuhkan?

Biarkan kita semua tenggelam di euforia positif soal ketiga calon yang ada. Masing-masing saling memberi masukan yang konstruktif untuk pasangan calon gubernur pilihannya, lalu sebarkan program-program mereka yang kalian andalkan. Arahkan agar opini di linimasa diubah menjadi sebuah persuasi yang sejuk.

Jangan beri tempat media bodong tukang provokasi. Sadar atau tidak, segala keributan dan kebisingan negatif yang terjadi di media sosial belakangan ini itu racunnya ya dari mulut-mulut kita sendiri. Mari kembali menjadi individu-individu yang terdidik dengan mengarahkan opini kita dengan tujuan memenangkan calon pilihan kita, bukan untuk menjatuhkan calon lainnya.

Mengutip Pak Anies Baswedan, lawan berdebat adalah teman berpikir. Lawan berpolitik adalah teman dalam demokrasi.

Ayo, masing-masing dari kita memberanikan diri untuk ikut berkontribusi pada Indonesia yang lebih nyaman. Kita bisa kok melalui semua ini tanpa harus saling bertukar caci maki.

Mari memilih, tanpa membenci.

Bisa kan?

Foto: Pexels.com


Gilang Kharisma

Disunting oleh Tim BagiKata


YANG TERBARU

BagiKata Telaah #2 : How To Craft Successful Branding

www.bagikata.com – Sudah hampir beberapa bulan ke belakang, BagiKata tidak menyelenggarakan acara. Nah, bulan ini BagiKata akan kembali lagi dengan sebuah acara


BagiKata Telaah #1 : Basic Songwriting & Music Branding for Bedroom Musician

www.bagikata.com – Sudah hampir beberapa bulan ke belakang, BagiKata tidak menyelenggarakan acara. Nah, bulan ini BagiKata akan kembali lagi dengan sebuah


Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu