BagiKata.com – Korean Pop lebih dari sekadar genre musik, ia merupakan budaya tersendiri. Mungkin itulah salah satu dari banyak alasan kenapa K-POP sangat digandrungi dan kenapa hubungan antarfans-nya tidak dapat dipisahkan. Karena kami berbagi budaya. Seperti budaya lainnya, K-POP juga memiliki tradisinya sendiri. Tradisi tersebut bisa saja memiliki tidak ada harganya, tetapi di sini saya akan berbicara soal kebiasaan yang ada harganya, dan bagaimana banyak fans muda sebaiknya menyikapinya.

Banyak yang bilang menjadi fans K-POP itu mahal. Saya tidak setuju dengan pernyataan itu. Dia hanya mahal jika kita memiliki ekspektasi di luar kemampuan kita. Saya percaya bahwa hal paling penting adalah menganalisa dan menerima situasi kita. Kalau kalian murid SMP, maka jangan lihat apa yang dilakukan oleh fans yang sudah bekerja dan berpikir kita harus melakukan hal yang sama.

Kalau kalian masih tiga belas tahun, kalian memang sepantasnya belum punya uang untuk menonton band favorit di luar negeri. Jika kalian berasal dari latar belakang yang tidak memungkinkan untuk membeli album atau merchandise, itu juga tidak apa-apa. Ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan untuk mendukung band kesukaan kita, seperti menonton MV dan voting di acara award.

kpoplove

Kita selalu bisa berusaha mencari uang sampai titik tertentu. Saya sudah menjadi fans K-POP bertahun-tahun, dan saat saya masih SMP dulu, saya hanya makan siang di rumah supaya bisa menabung uang jajan untuk “keperluan K-POP” saya. Kalau kalian sedang kuliah, mungkin kalian bisa mulai kerja part-time. Saya pribadi kenal seorang fans yang bekerja di sebuah waralaba kopi, dan dia bisa pergi ke Seoul dari gajinya itu.

Jika kalian ingin mengunjungi tanah suci K-POP, tetapi belum cukup umur untuk bekerja, mungkin kalian bisa minta orang tua untuk mengatur liburan sekolah ke Seoul. Namun, untuk mengusahakan ini, seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kita harus menganalisa situasi kita dulu dan memutuskan yang terbaik untuk kita.

generic_640px_195634d281f94062b9d638f1b2357628

Apa yang terbaik untuk kita? Apa yang harus kita prioritaskan? Jaman sekarang, K-POP merilis banyak sekali merchandise, dari boneka, notebook, permen, sampai bantal. Kita ingin membeli semuanya karena muka Oppa ada di situ; tapi apa kalian yakin? Bahkan sekarang saat saya sudah bekerja dan punya cukup uang untuk memenuhi kamar dengan bantal dan poster eksklusif, atau ransel saya dengan notebook, pencil, dan map mereka; hal tersebut tidak saya lakukan. Sebab saya tidak membutuhkannya.

Saran saya adalah prioritaskan hal-hal yang memang mereka utamakan: musik. Album dan konser dulu sebelum yang lainnya. Jika kalian punya uang lebih, baru beli merchandise. Saat kita membeli merchandise, saya juga akan prioritaskan membeli merchandise resmi atau official, karena bahkan kalau kita membelinya hanya karena ingin dan kemudian tidak menggunakannya, kita masih mendukung grup favorit kita dan uangnya masih disampaikan ke mereka. Jadilah fans yang pintar dan berpikir tentang apa saja yang kamu beli atau bayar.

Saya ingin mengingatkan kepada para fans muda bahwa sangat bisa dimengerti kalau kalian masih menggunakan uang orang tua, selama kalian tahu batasan-batasan kalian. Tidak apa-apa meminta orang tua kita untuk membelikan tiket konser, selama kita tidak melakukannya setiap bulan. Mungkin sekali setahun. K-POP itu seperti hobi lainnya – tidak ada yang menilai seorang anak-anak dari hobinya mengoleksi mobil-mobilan dan orang tuanya tetap mendukungnya ‘kan? Kecuali anak itu punya ribuan mobil-mobilan.

kpop_poster_collection_2_by_subterraneantv-d4ne0gq

Itu baru beda cerita. Saya pribadi datang dari keluarga yang memang bisa membiayai hobi saya ini. Namun, orang tua saya memastikan mereka hanya akan membantu saya sedikit-sedikit, yang masih di batas masuk akal. Selebihnya saya harus urus sendiri. Hal ini adalah sesuatu yang saya percaya seluruh fans muda bisa ambil sebagai pelajaran yang baik dalam hidup, tetapi banyak yang tidak. Dari cinta dan kesenangan kita pada K-POP, kita belajar cara berkorban, menjadi fleksibel, dan bekerja keras.

Seorang teman saya yang merupakan fansite master pernah bilang pada saya, “Fans bukannya fokus mendukung grup favoritnya, malah lebih fokus ke fans lain.” Saya sangat setuju dengan dia. Sebagai fans, kita melakukan yang terbaik untuk mendukung artis favorit kita, tetapi arti “terbaik” bagi setiap orang itu berbeda. Fokuslah pada hal terbaik yang bisa kamu lakukan dan jangan fokus ke fans lain, karena mereka juga hanya melakukan yang terbaik bagi mereka.

 

Foto: SeoulBeats, Tumblr, Koreaboo


Izzi Isman

Disunting oleh BagiKata


YANG TERBARU

Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 22

www.bagikata.com – Dalam jangka waktu satu tahun, salah satu negara yang menjadi kiblat dunia dalam kebudayaan barat berhasil mengganti presiden kulit