BagiKata.com – “The object of art is to give life shape” – William Shakespeare

Setahun yang lalu, aku baru saja mendapatkan gelar sarjana dari sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi pada program studi Performing Arts of Communication. Ternyata cukup banyak orang yang masih belum mengenal atau bahkan belum pernah mendengar jurusan tersebut. Jadi sebenarnya apa sih Performing Arts of Communication itu? Memangnya jurusan ini punya masa depan menjanjikan?

Performing Arts of Communication (PAC) adalah sebuah jurusan yang mempelajari bagaimana berkomunikasi melalui seni pertunjukan. Dalam studi komunikasi, terdapat model komunikasi linear oleh Shannon & Weaver yang menjelaskan bahwa dalam komunikasi ada beberapa elemen yang mendukung, yaitu pengirim pesan, pesan, dan penerima pesan.

Dan semua proses komunikasi tersebut menggunakan channel atau saluran yang menjadi media penyampai pesan yang dikirimkan. Maka bila dikaitkan dengan seni pertunjukan, pembuat karya seni disebut sebagai pengirim pesan, seni pertunjukan sebagai saluran, makna dari apa yang ditampilkan berisi pesan, dan penontonnya disebut penerima pesan.

arts

Jurusan PAC mengajarkan mahasiswanya tentang bagaimana menjadi pengemas pesan yang baik agar kemudian pesan itu bisa ditampilkan dengan menarik. Sehingga karya atau pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh para audiensnya. Dengan begitu, tujuan dari proses komunikasi bisa dipenuhi.

Tentunya selain mempelajari bagaimana menjadi penampil yang baik, PAC juga mengajarkan tentang bagaimana proses pembuatan konsep di balik panggung. Ada beberapa mata kuliah yang menjadi ciri khas dari program studi PAC, antara lain Creative Writing, Voice for Performance, Dramatology, Directing, dan Plan & Production Management.

Setiap mata kuliah tersebut mempelajari baik dari aspek teori maupun prakteknya. Hal itulah yang membedakan PAC dari jurusan lain, di mana pada setiap semester mahasiswanya dipersiapkan untuk menampilkan sebuah pertunjukan. Bisa berupa teater, konser musik, flashmob, costume exhibition, hingga drama musikal.

oz-students

We perform to express, not to impress,” kata teman saya waktu itu.

Semua persiapan itu dilakukan untuk mengekspresikan siapa diri kami secara positif dan juga sebagai bentuk pembuktian bahwa PAC bukan jurusan yang dapat dianggap remeh. Memang, stereotipe seperti “paling lulusan PAC jadi artis” sudah melekat. Padahal kenyataannya, dunia seni pertunjukan lingkupnya sangat besar, dari tim produksi, para performers, tim teknis, tim art (stage design, makeup, wardrobe), hingga tim sponsor dan promosi.

Jadi bila suatu saat ada yang bertanya pekerjaan apa yang cocok untuk alumnus PAC, pilihannya sangat beragam kok. Yang terpenting, kerjakan sesuatu yang kamu suka dengan positif karena energi positif akan mengantarmu ke tempat yang lebih baik.

 

Foto: Jackson Academy, LAU


 

Tulisan ini dimuat sebagai hasil seleksi Open Call ‘Ruang Risalah’ yang dilaksanakan bulan Oktober 2016.

Oleh Andry Hayuning Diyani, Mahasiswi Program Magister Mass Media Management London School of Public Relations


YANG TERBARU

BagiKata Telaah #2 : How To Craft Successful Branding

www.bagikata.com – Sudah hampir beberapa bulan ke belakang, BagiKata tidak menyelenggarakan acara. Nah, bulan ini BagiKata akan kembali lagi dengan sebuah acara


BagiKata Telaah #1 : Basic Songwriting & Music Branding for Bedroom Musician

www.bagikata.com – Sudah hampir beberapa bulan ke belakang, BagiKata tidak menyelenggarakan acara. Nah, bulan ini BagiKata akan kembali lagi dengan sebuah


Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu