www.bagikata.com – Setiap kali ditanya pekerjaannya apa, terkadang saya urung niat untuk menjawab dengan jujur karena lelah dengan stigma orang-orang. Walau sebenernya tidak ada yang salah juga untuk menjelaskannya. Yang paling banyak saya dapatkan ialah stigma menjadi pramugari itu selalu enak karena bisa traveling gratis. Saya tidak akan menyangkal itu namun kenyataannya saya lebih sering menghabiskan waktu di hotel untuk bermalas-malasan karena energi saya sudah habis di pesawat. Akan selalu ada effort lebih yang harus dikeluarkan jika memang ingin senang-senang.

Saya lebih senang menyebut keuntungan menjadi pramugari ialah mendapat tambahan bayaran untuk bermalas-malasan di hotel. Berikut adalah beberapa hal yang kerap dikaitkan dengan profesi pramugari:

  • Modal Paras Menarik
Ada yang tahu nggak, perbedaan dari seragam-seragam mereka artinya apa?

Ada yang tahu nggak, perbedaan dari seragam-seragam mereka artinya apa? – Gambar dari sini

Betul, dibutuhkan untuk tetap berpenampilan cantik dan menarik saat bekerja, namun bukan ini yang menjadi modal utama menjadi pramugari. Calon pramugari tetap harus lulus dalam berbagai tes dan pelatihan, contoh yang paling berat yaitu pelatihan saat terjadi keadaan darurat, dimana harus memahami sepenuhnya cara pemakaian emergency equipment dan berbagai prosedur darurat lainnya yg sudah tertera di dalam buku panduan manual (yang tentu saja banyak dan tebal)

  • Kesabaran Tinggi

Bekerja di bidang hospitality akan selalu membutuhkan kesabaran. Walau penumpang terkadang menyebalkan, pramugari memang dilatih untuk harus tetap tersenyum dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin agar tidak ada yang dirugikan. Yang menyenangkan adalah ketika penumpang pun menyambut dengan hangat sapaan saya atau bahkan mereka memberikan treat sederhana karena mungkin mereka merasa dilayani dengan baik. Keuntungan yang saya dapat dari pengalaman sekian lama terbang, saya jadi tahu pula karakter penumpang dari masing-masing kota yang dikunjungi. Contoh kecil: saat layanan makanan dan minuman di pesawat disajikan, penumpang dari kota Palembang umumnya suka sekali minum susu.

  • Melewatkan Momen dengan Orang Terdekat

 Tak jarang saya melewatkan hari libur besar yang biasa dipakai untuk kumpul dengan keluarga, karena pekerjaan ini terkadang tidak mengenal tanggal merah. Pekerjaan ini memiliki sistem libur yang berbeda dari orang kantoran. Pun sering kali susah mengatur jadwal bertemu dengan teman-teman yang bekerja di kantor karena susah sekali dapat libur di akhir pekan.

  • Perbedaan Waktu
Ada yang tahu perbedaan waktu paling jauh dari Indonesia?

Ada yang tahu berapa perbedaan waktu paling jauh dari Indonesia? – Gambar dari sini

Energi saya banyak terkuras di bagian ini. Tidak hanya perbedaan waktu di sebuah kota atau negara, namun jam kerja saya terkadang tidak menentu. Mungkin hari ini harus sudah siap dari jam 2 pagi, atau lusa harus terbang begadang dari jam 11 malam. Jam tidur pasti sangat kacau. Namun, regulasi mengenai waktu istirahat sudah dipikirkan dengan baik oleh perusahaan. Jadi walau lelah saya tidak takut kekurangan waktu untuk istirahat setelah melakukan tugas terbang.

  • Stereotype Negatif

Jalinan asmara antar rekan kerja nampaknya sudah seharusnya jadi hal yang biasa saja, ya. Makanya saya lelah menanggapi hal ini, padahal hal-hal seperti ini kerap terjadi juga di bidang pekerjaan lain. Semuanya tergantung individu masing-masing, bukan?                     

Saya rasa sudah banyak juga artikel yang memuat suka-duka menjadi pramugari. Tapi saya punya satu tambahan menyenangkan yang mungkin belum pernah disebutkan di mana pun (atau entahlah mungkin saja sudah), mengacu pada regulasi perusahaan saya bekerja, saya digaji 3 kali dalam sebulan; 2 kali gaji terbang (sesuai perhitungan jam terbang bulan itu) dan 1 kali gaji pokok. Menarik, kan? Kamu tidak perlu menunggu sampai 1 bulan lamanya untuk dapat pemasukan lagi, menabung pun jadi sangat mudah. Tentu akan banyak sekali godaan menggiurkan apalagi kami sering sekali berpergian ke luar kota atau luar negeri (bahkan lagi-lagi stigma orang kebanyakan ialah pramugari senang foya-foya) padahal ya akhirnya semua tergantung individunya lagi.

Jadi, begitulah kira-kira pekerjaan saya. Jika para pembaca ada yang berminat ingin menjadi pramugari jangan lupa untuk selalu percaya diri, acknowlegde your flaws, dengan demikian kalian tahu bagaimana cara mengatasinya. Oh, kalau sudah berhasil, catatan saya cuma: dont be too proud and over-glorify.


Flo merupakan seorang pramugari di sebuah maskapai yang pesawatnya terbang dari Soekarno-Hatta. Ia tak pernah punya mimpi untuk menjadi pramugari, bahkan ia rela meninggalkan kuliahnya di salah satu universitas negeri. “I need to get a job and earn much money because my family were on the bottom of the wheel” katanya kepada diri sendiri ketika memilih untuk bekerja di industri aviasi.


YANG TERBARU

Ingin Mendonasikan Barang Yang Sudah Tak Terpakai? Kesini Saja!

BagiKata.com – Belum sempat nonton Tidying Up with Marie Kondo di Netflix? Bila kamu sedang menantikan perubahan positif dalam hidupmu, series Netflix


Laki-Laki Dalam Feminisme

BagiKata.com – Sedari dulu kita sudah terbiasa dengan anggapan, asumsi, atau peraturan kasat mata yang membedakan perempuan dan laki-laki. Perbedaan tersebut


Kamu Sudah Sampai Di Mana, Kesetaraan Gender?

www.bagikata.com – Kalau bicara tentang feminisme, sebenarnya peraturan dan hukum yang berlaku di negara demokrasi ini sudah menyetarakan hak laki-laki dan