BagiKata.com – Saya memiliki seorang sahabat baik, kisah percintaannya benar-benar telah mengubah dirinya. Sebut saja dia Kirana. Kirana pernah dua kali menjalin hubungan, yang pertama hanya bertahan 1,5 bulan. Kisah cintanya berakhir dengan cara yang tragis, 3 hari setelah hubungan tersebut berakhir, mantan kekasihnya menyatakan cinta kepada perempuan lain. Butuh 4 tahun agar Kirana benar-benar pulih dari rasa sakit hatinya. Kemudian dia menjalin hubungan dengan orang baru. Kali ini, Kirana ingin serius, laki-laki tersebut juga. Ia disirami janji-janji akan masa depan. Hanya bertahan 1,5 tahun, hubungan tersebut berakhir. Tidak kalah tragis, mantan kekasihnya ini masih menyimpan harapan kepada perempuan lain.

Kemudian, laki-laki ini secara ‘huru-hara’ berusaha mendekati banyak perempuan yang justru menambah rasa sakit hati Kirana. Semenjak saat itu, Kirana berubah. Kirana yang dahulu polos, kini menjadi orang yang keras. Keras kepada dirinya, dan orang-orang disekitarnya. Sebagai sahabat, saya tahu masalah ini bukan suatu hal sepele untuk Kirana. Rasa sakit hatinya begitu dalam. Mengapa? Berangkat dari rumah, dari orangtuanya.

 

Sejak kecil, Kirana tergolong anak yang rajin, baik, aktif, kreatif dan ceria. Ia seorang pekerja keras. Ia tidak mengeluh apalagi merengek, bahkan ia benci dikasihani. Ia adalah seorang yang berprestasi, berkecukupan dan dikelilingi oleh banyak teman. Singkatnya, hidup Kirana ini ‘tampak’ bahagia dan sempurna. Hingga suatu hari, untuk kali pertama saya mengetahui kisahnya. Kirana datang ke sekolah dengan mata sembab. Ketika itu kami masih SMA, dan sebagai teman saya berusaha menenangkan. Sebelum bel berbunyi saya membawa kirana ke toilet sekolah. Kami masuk ke salah satu bilik, dan disanalah Kirana bercerita.

molly-belle-73279

Ketika Kirana sedang belajar sekitar pukul setengah 3 pagi, ia mendengar suara teriakan histeris dari kamar orangtuanya. Ia keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi, ternyata ibunya mencekik ayahnya. Kedua orangtuanya tampak kesetanan. Ketakutan, Kirana segera menghubungi pamannya. Teriakan dan tangisan masih memenuhi rumah. Kirana berusaha menyembunyikan adiknya yang masih berumur 5 tahun di dalam kamar. Sementara saudara laki-lakinya berusaha memisahkan kedua orangtua mereka. Sekitar setengah jam kemudian, suasana mulai mereda. Paman dan bibi Kirana mulai berdatangan ke rumah, Kirana hanya bisa menyambut mereka dengan tangis. Singkat cerita, Kirana mengetahui akar permasalahannya adalah perselingkuhan yang dilakukan ayahnya.

Melihat hubungan kedua orangtuanya yang dipenuhi ‘intrik’ menjadikan Kirana mendambakan hubungan yang harmonis. Dengan itu, ia ingin mengobati kekecewaannya atas hubungan kedua orangtuanya. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa masih ada laki-laki baik. Ia memupuk harapan, semoga ia cukup baik untuk dianugerahi laki-laki baik sebagai pasangan hidupnya.

Saya tidak menyalahkan respon Kirana yang begitu membenci mantan-mantan kekasihnya. Bagi saya, itu wajar mengingat kisah dibalik rasa sakit hatinya. Saya percaya waktu akan menyembuhkannya, dan saya percaya Tuhan juga mengamati.

Melalui kisah ini, saya mengambil pelajaran berharga. Pertama, tidak pantas bagi kita mengambil kesimpulan mengenai seseorang, kita tidak tau apa yang telah atau sedang dihadapinya. Biarlah Tuhan yang menyimpulkan. Kedua, ketika kita melukai hati seseorang, kita tidak tahu seberapa dalam dan seberapa lama luka itu membekas. Bisa jadi, luka itu tidak pernah benar-benar sembuh, hanya saja orang tersebut sudah terbiasa. Orang tersebut sudah lebih kuat, hidup sambil membawa luka-luka di tubuhnya.


Gilang Kharisma Rahman

Disunting oleh Tim BagiKata


YANG TERBARU

Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 22

www.bagikata.com – Dalam jangka waktu satu tahun, salah satu negara yang menjadi kiblat dunia dalam kebudayaan barat berhasil mengganti presiden kulit