www.bagikata.com – Malam minggu yang lalu, merupakan malam yang memuaskan bagi sebuah klub bola Inggris, Manchester United, yang berhasil menaklukan Chelsea – saingan bebuyutannya. Lengkap dengan drama antara pelatih/ manajer kedua klub Jose Mourinho dan Antonio Conte menuju pertandingan tanggal 25 Februari lalu, Manchester United menikmati kemenangan yang memuaskan batin para fansnya. Bintang dari pertandingan malam tersebut adalah Jesse Lingard dan Paul Pogba, dua pemain Manchester United yang diragukan kemampuannya. Pertama, karena penampilan yang kurang konsisten di Liga Premier Inggris musim ini dan berikutnya karena belum pernah mencetak gol sama sekali di musim ini. Menariknya, Lingard dan Paul Pogba, teman setimnya, memilih untuk merayakan gol kedua yang dicetak pada menit ke-75 pertandingan, dengan selebrasi ala Wakanda. (Lihat cuplikan videonya di sini).
Kalau kalian sudah menonton film Marvel terbaru, Black Panther, pastinya sudah tidak asing lagi. (Spoiler alert!) Terdapat satu adegan ketika T’Challa (atau dikenal juga sebagai pahlawan yang bernama Black Panther) melakukan tos spesial dengan adiknya Shuri. Adegan ini merupakan salah satu adegan favorit fans film Black Panther. Lingard dan Pogba meminjam tos spesial ini untuk selebrasi gol yang dicetak oleh Lingard atas assist dari Lukaku. Kejadian ini tidak hanya mendukung lebih lanjut pentingnya film Black Panther bagi komunitas ras minoritas, tapi juga terhadap paralelnya dengan simbol kesatuan dan sikap yang sportif. Kemenangan yang dinikmati oleh kedua pemain ini tidak sebatas kemenangan timnya tetapi juga kemenangan secara pribadi, terutama bagi Lingard, dengan membuktikan kritik mengenainya salah melalui gol yang tidak kalah megahnya  dengan hiasan Old Trafford malam itu. Sama halnya seperti T’Challa di film Black Panther, yang pada akhirnya merasakan kemenangan secara kolektif maupun pribadi.

1519697068037

(image source: https://www.sbnation.com/lookit/2018/2/25/17050888/paul-pogba-jesse-lingard-wakanda-forever-goal-celebration)

Signifikansi film Black Panther ini tidak hanya dirasakan oleh penikmat komik dan film Marvel di Amerika, namun juga oleh komunitas minoritas di sana dan negara-negara lainnya yang mengalami isu rasial. Fakta bahwa film ini ditulis dan disutradarai oleh seseorang dari kaum minoritas (African-American), merupakan awal dari signifikansi peran film ini dalam reformasi industri perfilman di Hollywood. white-washing atau perampasan budaya kaum minoritas atau ras lain selain orang kulit putih. Dalam konteks lokal di Indonesia, mungkin ini juga suatu hari bisa dirasakan jika penduduknya sudah lebih melek toleransi terhadap masyarakat dari agama dan ras yang beragam.

Mungkin Lingard dan Pogba melakukan tos spesial ini hanya karena malam lalunya mereka baru saja menonton film Black Panther atau mungkin sesederhana karena tren. Di sisi lain,  pantas dicatat bahwa signifikansi film ini baik secara politik maupun kultur, sangat dirasakan oleh hampir seluruh penikmat film Black Panther, sehingga terbawa ke kehidupan sehari-hari.  
Bagaimana menurut kalian, Kawan BagiKata? Punya pandangan yang berbeda? Mari diskusikan di BagiKata!


Sismita merupakan Chief Operations Officer (COO) dari BagiKata. Lulusan dari Universitas Indonesia ini sehari-hari juga bekerja di salah satu advertising agency multi-nasional di Jakarta Selatan. Sesekali Sismita juga akan mengisi kolom Warga Lokal, jika tidak dipenuhi kesibukan lainnya.
Disunting oleh tim BagiKata.


YANG TERBARU

Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 21

www.bagikata.com – Jejak misoginis dapat ditemukan di mana-mana, begitu pula dalam musik—baik di industrinya maupun dalam trope dan tradisi berbagai genre.


Hindia’s Year In Music 2017 : Rank 22

www.bagikata.com – Dalam jangka waktu satu tahun, salah satu negara yang menjadi kiblat dunia dalam kebudayaan barat berhasil mengganti presiden kulit