BagiKata.com – Beberapa tahun lalu, saya mendapat pesan singkat dari teman dekat saya. Bahwa dirinya ingin bercerita. Tumben, pikir saya. Kondisi kami sama-sama sibuk. Teman saya, sebut saja Ramani merupakan anak yang aktif dalam berorganisasi, segala kegiatan diikuti, prestasinya pun gemilang, plus akademiknya juga terbilang diatas rata-rata. Tak disangka, ia mengatakan bahwa bosan dan lelah serta ingin mengakhiri hidupnya. Saya tercekat, saat itu bingung harus merespon apa. Alih-alih menenangkan, saya khawatir respon saya malah merujuk pada pikiran negatif.

dPfjQTyJSJ2LpM7D9Yr0_Photo 15-02-2014

Singkat cerita, saya meminta ia bercerita tentang apa yang dialami. Ternyata, dibalik kesibukannya dan prestasinya, ia merasa tertekan dan stres atas tuntutan orangtua. Ia jadi tak punya banyak waktu untuk bersosialisasi ataupun sekedar beristirahat dari kesibukannya. Percobaan bunuh diri sudah ia lakukan. Saat itu saya yang masih minim pengetahuan, mencoba sebaik mungkin mendengarkan dan menggali perasaannya tanpa menghakimi niat bunuh dirinya. Tak disangka, setelah berjam-jam bercerita ia berkata lebih lega dari sebelumnya dan meminta saya untuk membantu mencarikan informasi tentang tenaga ahli di bidang kesehatan mental. Segera saya bantu carikan informasi mengenai psikolog, dan menemaninya. Selepas beberapa assesment dapat disimpulkan bahwa Ramani adalah orang dengan personality disorder (untuk menjelaskan ini agaknya cukup panjang). Tetapi dengan beberapa kali treatment, ia merasa jauh lebih baik dan bisa melangsungkan hidup dengan baik.

Sejak pengalaman tersebut, saya menjadi lebih sadar bahwa depresi hingga bunuh diri adalah hal yang dekat dengan kita. Ada berbagai alasan mengapa seseorang ingin mengakhiri hidup. Mungkin karena tidak percaya diri, permasalahan keluarga, atau juga bosan. Iya bosan mungkin terdengar seperti candaan, tetapi percayalah hidup ‘mengambang’ dan stagnan bagi sebagian orang merupakan masalah. Masyarakat awam dengan mudah mengatakan, “ah ngga beriman”. Sesungguhnya depresi tidaklah seenteng itu. Semua adalah proses, yang jika diibaratkan sebagai saluran air makin lama tersumbat maka akan menjadi banjir yang tidak bisa diduga kapan datangnya. Tidak mengenal siapa dan darimana asal ‘trigger’nya.

Tentunya dalam hal ini dukungan dari orang sekitar sangat penting. Respon apa yang akan kalian berikan jika teman kalian berkata “mau bunuh diri aja”? Candaan yang meremehkan? Atau malah merespon bahwa hal itu berlebihan? Padahal kalian belum tentu tau penyebabnya. Mendengarkan mereka yang memiliki permasalahan atau rencana bunuh diri, menurut saya suatu langkah yang baik. Saya tau hal ini tidak mudah, menjadi pendengar yang baik tanpa memberi komentar dan menghakimi memang perlu dibiasakan. Selain itu penting untuk membantu dirinya untuk menemukan sesuatu impian yang ingin dia raih sebagai motivasi hidupnya. Jika temanmu butuh bantuan lebih lanjut, usahakan untuk membantu sesegera mungkin. Bila perlu informasikan ke orang terdekat lainnya.

photo-1499171138085-a60c4e752ff7

Tapi, ke psikolog atau psikiater kan mahal? Saat ini sudah tersedia banyak pelayanan psikologis dengan biaya terjangkau kok, seperti di lembaga sosial ataupun universitas. Selain itu bisa juga menggunakan rujukan BPJS jika kalian memilih psikiater sebagai tenaga ahli.

Saya memahami, bahwa manusia tidak 100% sehat baik mental maupun fisik. Tetapi tentunya sesama manusia dapat saling menguatkan satu dan lainnya. Jadi, sudah mau lebih peduli dengan orang-orang sekitar kan Kawan BagiKata?

Jangan pernah ragu untuk menghubungi dan bercerita ke BagiKata terkait masalah-masalah dan kesulitan yang kalian alami dalam hidup namun enggan menceritakan kepada orang terdekat. Tim BagiKata selalu siap untuk mendengarkan kalian!


Farah Marintan Maharani merupakan salah satu kontributor BagiKata. Saat ini Farah sedang menempuh pendidikan Psikologi Industri dan Organisasi, namun juga tertarik pada bidang positive psychology, neuropsychology, mental health, serta consumer behavior. Walaupun sebagian besar pengalaman organisasi dan relawan berkecimpung di dunia marketing. Disela kesehariannya, ia gemar untuk menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan yang lebih sering dibiarkan menjadi draft semata.

Disunting oleh tim BagiKata


YANG TERBARU

Warga Lokal – Bunuh Diri: Tak Pandang Bulu

BagiKata.com – Beberapa tahun lalu, saya mendapat pesan singkat dari teman dekat saya. Bahwa dirinya ingin bercerita. Tumben, pikir saya. Kondisi kami


Serba-Serbi Menstruasi

BagiKata.com – Siklus menstruasi merupakan siklus yang dinamis. Setiap perempuan bisa mengalami siklus yang berbeda dengan perempuan lainnya. Variasi ini biasanya normal.


Warga Lokal – Hidup Lebih Positif dengan Rutin Bersyukur

BagiKata.com – Hidup positif (baca: bahagia) itu tidaklah sulit. Terkadang hal-hal kecil yang tidak kita sadari membuat kita bahagia loh. Sayangnya,