www.bagikata.com – Indonesia adalah negara yang terkenal dengan keindahan alamnya serta keragaman budayanya. Namun, bagi warga lokal di negara berkembang ini, Indonesia juga kerap dikenal sebagai negara yang setengah-setengah. Kebolehan warga Indonesia dalam membangun infrastruktur apapun memang tidak kalah dengan masyarakat negara berkembang lainnya, tetapi sayangnya warga kita tidak disamakan dengan kemampuan menjaga infrastruktur tersebut.

Kerusuhan yang terjadi di Stadium Gelora Bung Karno (GBK) hari Sabtu, 17/02 silam merupakan salah satu contoh kasus dimana warga ibukota sekalipun tidak memiliki tenggangrasa yang tinggi untuk menjaga infrastruktur yang sudah susah payah dibangun oleh pemerintah Indonesia. Tidak kurang dari 700 miliyar budget pembangunan dan renovasi seluruh komplek GBK ini menurut pemerintah, tetapi dalam waktu beberapa minggu saja dibuka kepada publik, kerugian yang diderita sudah terhitung signifikan. Kerusuhan paska kemenangan Persija versus Bali United di malam Minggu itu, ternyata bukan meninggalkan korban jiwa tetapi korban benda. Dilaporkan bahwa beberapa pintu gerbang, kursi penonton serta area lapangan di stadium mengalami kerusakan akibat animo masyarakat setelah kemenangan Persija.

Tetapi, apakah ini salah pendukung ataupun penonton pertandingan tersebut? Atau sebenarnya ada budaya yang – mau tidak mau harus diakui – salah pada warga Indonesia?

Ketika adanya kekurangan dalam infrastruktur kita di Indonesia, terutama di ibukota, selalu banyak celaan dari warganet. Salah satu celaan yang terkenal dan bahkan sempat menjadi meme di media sosial adalah setiap saat ada yang salah dengan negara ini, yang disalahkan adalah Presiden Jokowi, padahal belum tentu hal tersebut adalah dalam tanggung jawab Presiden kita.

*Cuitan @Widyarenee (17/02) di Twitter

Saat GBK belum direnovasi pada tahun 2017 yang lalu, banyak celaan mengenai fasilitas yang tersedia di GBK. Keluhan seperti banyak struktur yang bocor, tidak terawat, dan tidak aman untuk diakses. Sekarang dengan adanya semua fasilitas yang diminta – atau bahkan lebih, ternyata yang tidak bisa merawat adalah warganya sendiri. Mungkin moto kebanyakan orang disini adalah “Kontribusi lewat mengeluh lebih baik daripada tidak berkontribusi.” Yang penting sudah peka terhadap kebutuhan dan menyampaikannya di ruang publik, cara merawatnya menjadi langkah kesekian yang tidak dipikirkan. Lalu, bagaimana caranya kita bisa meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai menjaga infrastruktur di tempat publik?

Mungkin tidak ada jawaban pasti apa yang bisa dilakukan secara skala masal untuk meningkatkan kepedulian serta budaya bertanggungjawab terhadap perawatan infrastruktur publik dengan cepat. Bisa saja melalui kerjasama dengan sektor swasta untuk penegakan dan pemeliharaan tempat publik, atau melalui pengaturan yang lebih ketat di Undang-Undang atau bisa juga dengan memasukan nilai-nilai ini dalam kurikulum pendidikan sekolah – yang mana, hampir semua cara ini memakan waktu yang cukup lama untuk di implementasikan. Tetapi yang pasti, semua bisa dimulai dengan diri kita sendiri dan melestarikannya dengan mengajak orang-orang terdekat untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar. Mulai dari hal sekecil menjaga kebersihan tempat publik, hingga mematuhi rambu-rambu ketertiban di setiap tempat yang kita kunjungi, untuk membuat diri kita dan orang sekitar semakin nyaman saat menikmati fasilitas publik.


Sismita merupakan Chief Operations Officer (COO) dari BagiKata. Lulusan dari Universitas Indonesia ini sehari-hari juga bekerja di salah satu advertising agency multi-nasional di Jakarta Selatan. Sesekali Sismita juga akan mengisi kolom Warga Lokal, jika tidak dipenuhi kesibukan lainnya.

Disunting oleh tim BagiKata.


YANG TERBARU

BagiKata Telaah #2 : How To Craft Successful Branding

www.bagikata.com – Sudah hampir beberapa bulan ke belakang, BagiKata tidak menyelenggarakan acara. Nah, bulan ini BagiKata akan kembali lagi dengan sebuah acara


BagiKata Telaah #1 : Basic Songwriting & Music Branding for Bedroom Musician

www.bagikata.com – Sudah hampir beberapa bulan ke belakang, BagiKata tidak menyelenggarakan acara. Nah, bulan ini BagiKata akan kembali lagi dengan sebuah


Overlooked Movies 2017

www.bagikata.com – Bagi kalian yang gemar nonton film ke bioskop, pasti tahu bahwa banyak sekali judul film bagus dan telah ditunggu-tunggu