BagiKata.com – Punya anak atau keturunan merupakan suatu hal yang diidam-idamkan kebanyakan manusia. Katanya “banyak anak banyak rezeki”, “sudah kodratnya wanita untuk hamil-melahirkan-mengurus anak”, “iya, kalo punya anak kan kalau udah tua ada yang ngurusin. Kalau meninggal ada yang doain.” Tentu masih banyak lagi, namun kutipan tersebut cukup familiar bukan?

PunyaAnakBahagia1

Lalu kenapa sih kita punya pandangan indah tentang menjadi orangtua? Salah satu penjelasan menurut Gilbert (2006), kepercayaan bahwa ‘anak membawa kebahagiaan’ berhasil diturun-temurunkan dari generasi ke generasi ketimbang ‘anak membawa petaka’. Fenomena ini menurut Gilbert merupakan ‘super-replicator’ yaitu ketika kepercayaan seseorang bahwa memiliki anak bukan hal menyenangkan ataupun mereka yang tidak menginginkan anak tentunya tidak bisa meneruskan kepercayaan tersebut. Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh Clark, dkk. pada tahun 2008 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan postif antara memiliki anak dengan kebahagiaan.

Tentunya tidaklah pantas jika seseorang ingin menjadi orang tua dengan tujuan menambah kebahagiaan. Mempunyai anak adalah suatu komitmen sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan baik. Bukan sekedar keinginan diri untuk bahagia yang tentunya tidak ada jaminannya. Orangtua dapat memilih keputusan untuk memiliki atau tidak memiliki anak. Ya walaupun dilingkungan sekitar akan muncul pertanyaan “kenapa ngga punya anak? Mandul ya?” ketimbang dipertanyakan “wah kok mau sih punya anak?”

Contoh yang paling dekat, pasti sering kita temui (atau mungkin dialami sendiri), anak-anak yang dilatih menjadi apa yang orangtuanya inginkan kala dulu dan tidak tercapai. Padahal tugas orang tua tentunya mengasuh dan membesarkan anak dengan baik, membiarkan mereka tumbuh dengan keinginannya tetapi tetap terarah. Ketika anak tidak mematuhi apa yang diinginkan orang tua, maka tak jarang keluar kata anak bodoh, tidak tau diri, dan kurang ajar. Percayalah kata-kata kasar, tidak dipercaya oleh orang tua, dibandingkan dengan anak lain ataupun tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh adalah luka yang tidak bisa disembuhkan. Kemungkinan lain anak ini akan melakukan hal serupa kepada keturunannya dan menjadi lingkaran setan.

2

Kembali lagi, ini semua masalah bagaimana memperkaya diri dengan pengetahuan tentang parenting ditambah dengan kesiapan lahir batin. Memilih untuk mempunyai anak atau tidak, bukan semudah memutuskan memilih jurusan kuliah (yang sebenarnya juga sulit). Pada kenyataannya teori tak selalu sejalan dengan realita. Jika berencana memiliki keturunan, yang terpenting tentunya utamakan kebahagiaan anak. Memiliki anak bukan suatu tolak ukur kebahagiaan dalam hidup. Memiliki atau tidak memiliki keturunan adalah suatu pilihan yang tidak ada benar-salahnya.

Bagaimana menurut kalian? Apakah setuju dengan tulisan ini? Yuk diskusikan bersama kami di LINE BagiKata, klik di sini untuk menambahkan BagiKata di LINE kalian.


Farah Marintan Maharani merupakan salah satu kontributor BagiKata. Saat ini Farah sedang menempuh pendidikan Psikologi Industri dan Organisasi, namun juga tertarik pada bidang positive psychology, neuropsychology, mental health, serta consumer behavior. Walaupun sebagian besar pengalaman organisasi dan relawan berkecimpung di dunia marketing. Disela kesehariannya, ia gemar untuk menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan yang lebih sering dibiarkan menjadi draft semata.

Referensi:

Clark, A.E., Diener, E., Georgellis, Y. & Lucas, R.E. (2008). Lags and leads in life satisfaction: A test of the baseline hypothesis. Economic Journal, 118, F222–243.

Gilbert, D.T (2006). Stumbling on happiness. London: Harper Perrenial.

Disunting oleh tim BagiKata


YANG TERBARU

Warga Lokal – Bunuh Diri: Tak Pandang Bulu

BagiKata.com – Beberapa tahun lalu, saya mendapat pesan singkat dari teman dekat saya. Bahwa dirinya ingin bercerita. Tumben, pikir saya. Kondisi kami


Serba-Serbi Menstruasi

BagiKata.com – Siklus menstruasi merupakan siklus yang dinamis. Setiap perempuan bisa mengalami siklus yang berbeda dengan perempuan lainnya. Variasi ini biasanya normal.


Warga Lokal – Hidup Lebih Positif dengan Rutin Bersyukur

BagiKata.com – Hidup positif (baca: bahagia) itu tidaklah sulit. Terkadang hal-hal kecil yang tidak kita sadari membuat kita bahagia loh. Sayangnya,